Gimana kabar ceman-ceman cemuaa? Pastinya cehat celalu yak!
*hwaduh, authornya alay #tamparmuka. Nah, kali ini author mau tanya nih sama sahabat blogger
semua. Siapa diantara kalian yang pacaran? angkat tangan, cuunggg! Angkat kaki,
angkat meja, angkat kursi, angkat lemari juga gak papa, *hhwwaduh mau pindahan
buu?
Hayo pasti diantara kalian ada yang pacaran deh, hayo ngaku hayo ngaku, jujur jujur, nanti tak beliin bubur *aduh, author nglindur -,-
Hayo pasti diantara kalian ada yang pacaran deh, hayo ngaku hayo ngaku, jujur jujur, nanti tak beliin bubur *aduh, author nglindur -,-
Nah, kali ini author mau bagi-bagi ilmu dikit tentang
“pacaran”. Pasti sahabat blogger semuanya udah tau ya apa itu pacaran. Ya
secara di sekitar kita banyak banget tuh orang yang pacaran, di sekolah,
kampus, mall, alun-alun, ato mungkin perpustakaan yang harusnya buat tempat
baca buku, cari ilmu, ada aja yang dimanfaatkan buat pacaran. MasyaAllah. Dan adapula diantara kita yang mengatakan bahwa , “gak papa
pacaran, asal sesuai dengan syariat Islam.” Whatt? Sejak kapan ada pacaran
islami? Whaat? Whaat?? Justru, Islam melarang keras kita untuk pacaran, karena
pacaran itu akan menjerumuskan kita pada perbuatan zina.
Ingat sob, Allah telah berfirman :
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Tentu kita tau, yang namanya orang pacaran pasti melakukan
sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam islam, seperti : memandang yang bukan
muhrim, berpegangan tangan, dsb *ga bisa disebutin satu-satu pokoknya. Nah, itu
udah udah termasuk zina sob. Bahkan,
meskipun nih pacarannya itu cuma lewat dunia maya, ga pernah ketemu nih
ceritanya, kaya facebookan, chattingan, telpon, smsan. Itu juga udah termasuk
zina hati sob!
Nah, dibawah ini author kasih liat beberapa dalil yang
berkaitan dengan larangan adanya pacaran :
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang
beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya yang
demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui
apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nur : 30)
Katakanlah
kepada wanita-wanita
yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan
pandangannya, dan kemaluannya……..” (QS. An Nuur [24] :
31)
“Janganlah
seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.”
(HR. Bukhari, no. 5233)
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan
seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah
orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR.
Ahmad no. 15734)
“Setiap anak Adam telah
ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa
tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan
mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba
(menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan
menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan
atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Sob, dengan Islam melarang pacaran, bukan berarti kita dilarang
untuk mempunyai perasaan suka kepada lawan jenis, karena rasa suka, rasa cinta
itu merupakan fitrah bagi setiap manusia. Jadi, setiap orang pasti pernah lah
merasakan yang namanya jatuh cinta *termasuk author juga pernah #ehkeceplosan.
Tapi, janganlah kita menyalurkan rasa cinta tersebut dengan cara yang tidak
syar’i. Karena Allah sendiri telah memerintahkan kita untuk menyalurkan cinta
tersebut dengan sangat indah, yaitu dengan jalan pernikahan.
Tapi, itu buat
para pemuda-pemudi yang udah siap nikah loh sob, kalo buat kita-kita gini, yang
baru kuliah semester 1 mahh.. nikah masih jauuh, konsen kuliah aja dulu. Jadi,
yang pada kena virus “merah jambu”, harap dikendalikan yak! Kalo bahasa
puitisnya “cintai ia dalam diam” #ccciaaciiaa. Karena, kalo jodoh pasti ketemu
kok ;) Jadi, hari gini kok pacaran? Apa kata akhirat?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar