MapleStory Finger Point

Rabu, 15 Januari 2014

Hari gini kok pacaran? Apa kata akhirat?

Salam hangat untuk sahabat blogger tercinta, Assalamu’alaykum…
           Gimana kabar ceman-ceman cemuaa? Pastinya cehat celalu yak! *hwaduh, authornya alay #tamparmuka. Nah, kali ini author mau tanya nih sama sahabat blogger semua. Siapa diantara kalian yang pacaran? angkat tangan, cuunggg! Angkat kaki, angkat meja, angkat kursi, angkat lemari juga gak papa, *hhwwaduh mau pindahan buu?
           Hayo pasti diantara kalian ada yang pacaran deh, hayo ngaku hayo ngaku, jujur jujur, nanti tak beliin bubur *aduh, author nglindur -,-
           Nah, kali ini author mau bagi-bagi ilmu dikit tentang “pacaran”. Pasti sahabat blogger semuanya udah tau ya apa itu pacaran. Ya secara di sekitar kita banyak banget tuh orang yang pacaran, di sekolah, kampus, mall, alun-alun, ato mungkin perpustakaan yang harusnya buat tempat baca buku, cari ilmu, ada aja yang dimanfaatkan buat pacaran. MasyaAllah. Dan adapula diantara kita yang mengatakan bahwa , “gak papa pacaran, asal sesuai dengan syariat Islam.” Whatt? Sejak kapan ada pacaran islami? Whaat? Whaat?? Justru, Islam melarang keras kita untuk pacaran, karena pacaran itu akan menjerumuskan kita pada perbuatan zina.

Ingat sob, Allah telah berfirman :
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
          Tentu kita tau, yang namanya orang pacaran pasti melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam islam, seperti : memandang yang bukan muhrim, berpegangan tangan, dsb *ga bisa disebutin satu-satu pokoknya. Nah, itu udah  udah termasuk zina sob. Bahkan, meskipun nih pacarannya itu cuma lewat dunia maya, ga pernah ketemu nih ceritanya, kaya facebookan, chattingan, telpon, smsan. Itu juga udah termasuk zina hati sob!

Nah, dibawah ini author kasih liat beberapa dalil yang berkaitan dengan larangan adanya pacaran :

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nur : 30)

Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya……..” (QS. An Nuur [24] : 31)

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734)


“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
            Sob, dengan Islam melarang pacaran, bukan berarti kita dilarang untuk mempunyai perasaan suka kepada lawan jenis, karena rasa suka, rasa cinta itu merupakan fitrah bagi setiap manusia. Jadi, setiap orang pasti pernah lah merasakan yang namanya jatuh cinta *termasuk author juga pernah #ehkeceplosan. Tapi, janganlah kita menyalurkan rasa cinta tersebut dengan cara yang tidak syar’i. Karena Allah sendiri telah memerintahkan kita untuk menyalurkan cinta tersebut dengan sangat indah, yaitu dengan jalan pernikahan.         
            Tapi, itu buat para pemuda-pemudi yang udah siap nikah loh sob, kalo buat kita-kita gini, yang baru kuliah semester 1 mahh.. nikah masih jauuh, konsen kuliah aja dulu. Jadi, yang pada kena virus “merah jambu”, harap dikendalikan yak! Kalo bahasa puitisnya “cintai ia dalam diam” #ccciaaciiaa. Karena, kalo jodoh pasti ketemu kok ;) Jadi, hari gini kok pacaran? Apa kata akhirat? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar