
Novel ini menceritakan tentang kisah seorang anak laki-laki bernama Dam yang dibesarkan dengan kisah petualangan ayahnya yang luar biasa . Hingga ia tumbuh dengan cara berpikir berbeda dibanding anak lainnya. Dam memiliki ayah yang dikenal orang-orang sebagai sosok yang sederhana dan selalu jujur, seorang lulusan master terbaik dari sekolah hukum terbaik di Eropa yang tak ingin memilih menjadi hakim agung atau pejabat tinggi, malah memutuskan untuk menjalani hidupnya sebagai pegawai golongan menengah. Itulah mengapa sejak kecil Dam juga dididik dengan hidup sederhana.
Ayah Dam adalah seorang petualang ketika muda dulu. Dia sering sekali menceritakan kisah-kisah petualangannya ke Dam. Kisah petualangan saat sang ayah menemukan suatu desa yang sangat tertutup dari peradaban dan memakan apel emas, saat sang ayah berteman dengan pemain bola legendaris dari negara Eropa, dan saat sang ayah mengendarai layang-layang dari suku penguasa angin. Ia selalu terkagum-kagum dan terinspirasi oleh cerita ayahnya. Bagi Dam yang sejak kecil tak pernah dimanjakan dengan hadiah-hadiah, kisah-kisah ayahnya menjadi salah satu hal terbaik yang bisa ia dapatkan.
Namun ada satu hal yg membuatnya bingung. Mengapa ia tidak boleh menceritakan cerita-cerita itu kepada siapapun, termasuk teman-temannya? Namun pertanyaan itu ia simpan dalam-dalam. Hingga akhirnya Dam disekolahkan di sebuah sekolah yang amat terpecil berjarak 8 jam dari kotanya. Sekolah tersebut bernama Akademi Gajah. Akademi Gajah adalah sekolah yang berbeda dengan sekolah lain, sekolah yang luar biasa hebatnya, yang mencetak orang-orang yang hebat pula. Namun suatu ketika, disudut perpustakaan sekolah itu, Dam mulai menemukan sesuatu dan meragukan cerita ayahnya.